Seminar Nasional dengan Tema Mewujudkan Kemandirian Kesehatan Masyarakat Berbasis Preventif dan Promotif” Bersama Menteri Kesehatan Republik Indonesia dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr. P.

Dalam rangka Dies Natalis Fakultas Kesehatan Masyarakat Undip ke-25 pada tanggal 13 Maret 2010 diadakan Seminar Nasional di Gedung Prof. Soedarto, SH Undip Semarang dengan tema “Mewujudkan Kemandirian Kesehatan Masyarakat Berbasis Preventif dan Promotif”. Pembicara utama adalah Menteri Kesehatan dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr. P. dengan topik “Strategi Departemen Kesehatan dalam Pembangunan Kesehatan yang Berbasis  Preventif dan Promotif”.

Beliau menyampaikan program tentang pembangunan kesehatan yang berkaitan dengan MDGs dan masih ada hubungannya dengan Program Kerja 100 Hari MENKES,  empat program dalam program 100 hari MENKES yakni:

  1. Pemenuhan hak setiap individu untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dengan program jaminan kesehatan masyarakat dan sebagainya,
  2. Peningkatan kesehatan masyarakat melalui percepatan dan pencapaian target tujuan pembangunan milenium (MDGs) seperti mengurangi angka kematian bayi, angka kematian ibu melahirkan dan sebagainya,
  3. Pencegahan dan penularan menyakit menular dan akibat bencana,
  4. Pemerataan dan distribusi tenaga kesehatan di daerah terpencil, kepulauan, perbatasan dan daerah tertinggal.

Kesehatan merupakan hak dasar fundamental warga Negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.  Sesuai dengan UU No.17 tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional ( RPJP-N) tahun 2005-2025 dinyatakan untuk mewujudkan bangsa yang berdaya saing. Pembangunan Nasional diarahkan untuk mengedepankan pembangunan SDM ( Sumber Daya Manusia ) yang berkualitas. Untuk itu pembangunan kesehatan diarahkan pada peningkatan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar derajat kesehatan masyarakat setinggi-tingginya dapat terwujud.

Dari hari ke hari setiap individu, keluarga dan kelompok masyarakat semakin tergantung pada pelayanan kesehatan dasar yang semakin kompleks. Semua orang sangat bergantung pada berbagai upaya kesehatan, bukan saja untuk bertahan hidup namun untuk tumbuh dan berkembang secara fisik, emosional dan intelektual, namun juga untuk memperoleh perlindungan kesehatan agar dapat hidup sehat dan produktif. Menurut Menteri Kesehatan pelayanan kesehatan dasar harus terselenggara untuk menjamin hak asasi semua orang untuk hidup sehat.

Untuk itu Menteri Kesehatan melakukan rehabilitasi Puskesmas untuk menetapkan fungsi puskesmas yang dapat menjawab arah kebijakan pembangunan kesehatan yang mengutamakan promotif dan preventif dengan tanpa mengabaikan upaya kuratif dan rehabilitatif. Ada empat fungsi puskesmas yang sejalan dengan fokus pembangunan kesehatan yaitu :

  1. pusat pembangunan wilayah berwawasan kesehatan
  2. pusat pemberdayaan masyarakat
  3. pusat pelayanan kesehatan masyarakat primer
  4. pusat pelayanan kesehatan perorangan primer

Berdasarkan aspek kelembagaan puskesmas merupakan unit pembangunan teknis dinas kesehatan kabupaten / kota dengan prinsip kewilayahan. Artinya puskesmas bertanggung jawab pada suatu wilayah atau sebagian wilayah kecamatan. Hal ini untuk menjamin rantai kesisteman tetap dalam wilayah kabupaten / kota sesuai dengan prinsip desentralisasi.

Dalam aspek pembiayaan sebagai UPT Dinas Kabupaten / kota, sumber utama adalah dari APBD. Namun karena masih banyaknya masalah kesehatan masyarakat maka pemerintah memberikan subsidi melalui Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) yang di gunakan untuk kegiatan pelayanan kesehatan dan manajemen di dalam maupun di luar gedung. BOK bertujuan untuk memberikan dukungan pelaksanaan kegiatan dan manajemen Puskesmas dan jaringannya dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat

Menteri Kesehatan mengatakan bahwa pembangunan kesehatan tidak akan berhasil tanpa peran aktif dari semua pelaku pembangunan kesehatan, termasuk semua insan organisasi profesi kesehatan dan Perguruan Tinggi. Diharapkan dapat berperan aktif dan berkontribusi positif dalam pembangunan kesehatan Indonesia.

By : Okky Purnia Pramitasari

E2A008105

Leave a Reply

Comments links could be nofollow free.

Improve the web with Nofollow Reciprocity.